Kamis, 18 Januari 2024
Struktur Bumi
Rabu, 10 Januari 2024
Campuran
Campuran
Sumber foto: kompas.com
campuran adalah suatu zat atau materi tunggal yang terdiri dari dua jenis zat atau lebih. Jad
i, dalam zat campuran ini masih terdapat sifat zat asli yang terlihat atau tampak. Meski begitu, campuran bisa dipisahkan sesuai dengan zat penyusunnya melalui sifat fisika. Dalam ilmu kimia, terdapat dua jenis zat campuran, yaitu campuran homogen dan heterogen.
1. Pengertian Campuran Homogen
Campuran homogen adalah zat campuran yang zat penyusunnya tersusun (tercampur) dengan sempurna. Pada jenis campuran ini, zat penyusunnya merupakan zat tunggal yang tidak dapat dilihat secara fisik dan dibedakan. Hal ini karena adanya peleburan antara zat penyusun yang mengakibatkan mata tidak bisa membedakan dengan pasti. Berikut adalah beberapa contoh campuran homogen dalam kehidupan sehari-hari.
•Udara yang dihirup manusia saat melakukan proses penarikan pernapasan mengandung beberapa gas, seperti oksigen, nitrogen, karbondioksida, dan uap air dalam keadaan dingin.
•Minuman sirup yang terdiri dari beberapa penyusun, seperti perasa buah, gula buatan, dan pewarna makanan.
•Besi baja yang terbuat dari zat penyusun besi dan karbon.
2. Pengertian Campuran Heterogen
Campuran heterogen adalah zat campuran yang zat penyusunnya tersusun (tercampur) secara tidak sempurna. Pada campuran heterogen, zat penyusunnya adalah zat tunggal yang dapat dilihat secara fisik dan dibedakan. Hal ini karena adanya endapan yang tersisa sehingga memudahkan untuk dibedakan zat penyusunnya. Campuran heterogen terbagi menjadi dua kelompok, yaitu suspensi dan koloid.
•Suspensi adalah zat campuran yang fisiknya keruh dan tidak stabil pencampurannya sehingga jika dibiarkan akan terjadi proses pengendapan. Contohnya adalah kopi dan air serta air dan pasir atau tanah.
•Koloid adalah campuran zat yang cenderung tidak dapat tercampur secara sempurna dan apabila didiamkan tidak akan terjadi proses pengendapan. Contohnya adalah asap, debu, dan udara.
Sumber: m.kumparan.com
Senyawa
Senyawa
Sumber foto: MediaIndonesia.com
Senyawa merupakan zat tunggal yang dapat diuraikan menjadi dua zat atau lebih yang sederhana dengan cara kimia.
Contoh senyawa sederhana dan unsur penyusunnya adalah air, garam dapur, dan gula tebu. Senyawa air memiliki rumus H2O. Unsur penyusun air adalah Hidrogen (H) dan Oksigen (O). Senyawa garam dapur atau Natrium Klorida (NaCl) terdiri dari unsur penyusun Natrium (Na) dan Klorin (Cl). Sedangkan senyawa gula tebu (sukrosa) terdiri dari Karbon (C), Hidrogen (H) dan Oksigen (O).
Proses membentuk senyawa Senyawa terbentuk melalui proses pencampuran zat secara kimia, pembakaran, atau penguraian (dekomposisi) secara termal atau elektrik. Sifat senyawa berbeda dengan unsur-unsur penyusunnya. Contoh, sifat air berbeda dengan sifat unsur penyusunnya yaitu gas hidrogen dan oksigen. Wujud air adalah cairan, sedangkan wujud hidrogen dan oksigen adalah gas. Air dapat digunakan untuk memadamkan api. Tetapi hidrogen adalah adalah zat yang mudah terbakar dan oksigen adalah zat yang diperlukan dalam pembakaran.
Sumber: kompas.com
Unsur
Unsur
Sumber foto: guru-ipa-pati.com
Gabungan dua unsur atau lebih melalui reaksi kimia disebut dengan senyawa. Oleh karena itu, dapat diartikan senyawa adalah suatu zat tunggal yang dapat diuraikan menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana melalui reaksi kimia. Contoh senyawa yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah air. Air merupakan gabungan dari unsur hidrogen (H) dan oksigen (O) dengan rumus kimianya, yaitu H2O. Nah, melalui reaksi kimia, air dapat diuraikan kembali menjadi hidrogen dan oksigen. Meskipun pada tekanan atmosfer, hidrogen dan oksigen sama-sama berwujud gas, tapi, saat mereka bersatu dan saling mengikat, wujudnya dapat berubah menjadi cair.
Jenis-Jenis Unsur
Berdasarkan sistem periodiknya, unsur dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu unsur logam, semilogam, dan nonlogam.
a. Unsur Logam
Unsur logam memiliki beberapa sifat khusus, yaitu berwujud padat, berwarna putih mengkilap/keperakan/abu-abu/kuning, penghantar listrik yang baik, mempunyai titik didih atau titik leleh yang tinggi, serta dapat dibentuk menjadi lempengan atau lembaran.
Contoh unsur logam antara lain aluminium (Al), barium (Ba), besi (Fe), emas (Au), kalium (K), kalsium (Ca), perak (Ag), kromium (Cr), magnesium (Mg), mangan (Mn), natrium (Na), dan nikel (Ni).
b. Unsur Semilogam
Unsur semilogam disebut juga dengan istilah metaloid karena dapat bersifat layaknya unsur logam maupun nonlogam. Umumnya, unsur ini bersifat semikonduktor.
Jadi, saat suhu rendah, unsur ini tidak dapat menghantarkan listrik dengan baik (isolator), sedangkan saat suhu tinggi, unsur ini dapat menghantarkan listrik dengan baik (konduktor). Unsur semilogam berwujud padat, namun teksturnya lebih rapuh dibandingkan unsur logam serta berwarna abu-abu mengkilap atau keperakan.
Contoh unsur semilogam, di antaranya boron (B), silikon (Si), germanium (Ge), arsen (As), antimon (Sb), tellurium (Te), dan polonium (Po).
c. Unsur Nonlogam
Unsur nonlogam memiliki beberapa sifat khusus, yaitu berwujud padat, cair, dan gas pada suhu ruangan. Umumnya, berwarna tidak mengkilap, bukan penghantar listrik dan panas yang baik, mempunyai titik didih atau titik leleh yang rendah, serta tidak dapat dibentuk, direntangkan, atau ditarik.
Contoh unsur nonlogam berbentuk padat di antaranya belerang (S), fosforus (P), karbon (C), silikon (Si), dan iodin (I). Sementara itu, unsur nonlogam berbentuk gas antara lain fluorin (F), helium (He), hidrogen (H), klorin (Cl), nitrogen (N), oksigen (O), dan neon (Ne). Bromin (Br) merupakan unsur nonlogam berbentuk cair.
Sumber: ruangguru.com
aplikasi/pemanfaatan cahaya dalam kehidupan sehari-hari
Aplikasi/Pemanfaatan Cahaya dalam Kehidupan Sehari-hari
Sumber foto: Letis Education.com
Manfaat cahaya antara lain:
• Sinar X yang dibutuhkan dalam dunia medis
• Menghidupkan panel surya
• Laser untuk membantu memotong benda
• Sinar flash yang berguna untuk memperjelas tampilan gambar
• Fotosintesis pada tumbuhan
• Keperluan estetika pada suatu tempat
• Memberi Penerangan
• Menguatkan tulang
Sumber: bpkpenabur.or.id dan liputan6.com
aplikasi/pemanfaatan gelombang dalam kehidupan sehari-hari
Aplikasi/Pemanfaatan Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari
Sumber foto: slideshare.com
1. Ultrasonografi (USG). Ultrasonografi merupakan teknik pencitraan untuk diagnosis dengan menggunakan gelombang ultrasonik. Frekuensi yang digunakan berkisar antara 1-8 MHz. USG dapat digunakan untuk melihat struktur internal dalam tubuh, seperti tendon, otot, sendi, pembuluh darah, bayi yang berada dalam kandungan, dan berbagai jenis penyakit, seperti kanker.
2. Sonar.
Sonar (Sound Navigation and Ranging) dapat digunakan untuk menentukan kedalaman dasar lautan yang diperoleh dengan cara memancarkan bunyi ke dalam air. Gelombang bunyi akan merambat menurut garis lurus hingga mengenai sebuah penghalang, misalnya dasar laut. Ketika gelombang bunyi mengenai penghalang, sebagian gelombang itu akan dipantulkan kembali ke kapal sebagai gema. Waktu yang dibutuhkan gelombang bunyi untuk bergerak turun ke dasar dan kembali ke atas diukur dengan cermat.
3. Terapi ultrasonik. Terapi ultrasonik merupakan terapi yang menggunakan gelombang ultrasonik untuk keperluan medis. Metode yang digunakan yaitu dengan memancarkan gelombang dengan frekuensi tinggi (800-2.000 kHz) pada jaringan tubuh. Beberapa bentuk terapi ultrasonik misalnya terapi fisik yang biasa digunakan untuk menangani keseleo pada ligamen, keseleo pada otot, tendonitis, inflamasi sendi, dan osteoartritis. Selain itu, tingginya energi gelombang ultrasonik dapat digunakan untuk memecah endapan batu pada penderita batu ginjal atau yang dikenal dengan lithotripsi.
4. Pembersih ultrasonik. Pernahkah kamu mendengar pembersih ultrasonik? Pembersih ultrasonik merupakan alat yang menggunakan gelombang ultrasonik dengan frekuensi antara 20-400 KHz dan cairan pembersih tertentu (dapat juga menggunakan air biasa), untuk membersihkan suatu benda.
5. Sonifikasi. Sonifikasi adalah proses pemberian energi gelombang ultrasonik pada suatu bahan (larutan atau campuran), sehingga bahan tersebut dapat dipecah menjadi bagian yang sangat kecil. Di dalam laboratorium, sonifikasi dilakukan dengan bantuan alat yang disebut sonikator.
Sumber: wikipedia.com
Rabu, 03 Januari 2024
Cahaya
Cahaya
Sumber foto: wirahadie.com
Ragam Sifat Cahaya
1. Cahaya Dapat Merambat Lurus Sifat cahaya yang merambat lurus akan terjadi jika melewati satu medium perantara. Contoh sederhananya yaitu ketika menyalakan senter ke depan, maka cahaya akan merambat lurus sesuai dengan arah yang diinginkan.
2. Cahaya Dapat Dipantulkan Cahaya yang terpantul adalah sebuah proses terpancarnya kembali cahaya dari permukaan benda yang terkena cahaya. Sifat pemantulan ini dibagi menjadi dua, yaitu pemantulan teratur dan pemantulan baur. Pada pemantulan teratur berkas cahaya pantulnya sejajar. Contohnya ketika kita bermain di siang hari dengan membawa sebuah cermin. Jika mengarahkan cermin ke arah datangnya sinar matahari, kemudian kita coba arahkan ke segala arah, akan terjadi sebuah pantulan cahaya yang terpantul dari sinar matahari tersebut.
4. Cahaya Dapat Mengalami Interferensi Interferensi adalah penggabungan dari dua gelombang ataupun lebih.
6. Cahaya Dapat Mengalami Penguraian Penguraian cahaya atau dispersi cahaya terjadi secara alami. Contohnya adalah ketika terjadi pelangi. Warna-warna dalam pelangi tersebut asalnya dari satu warna saja, yaitu warna putih dari matahari. Akan tetapi, warna putih tersebut dibiaskan oleh titik air hujan, mengakibatkan cahaya putih diuraikan menjadi beberapa macam warna sehingga terbentuklah warna-warna indah.
8. Cahaya Dapat Mengalami Polarisasi Polarisasi adalah peristiwa terserapnya sebagian arah getar cahaya sehingga cahaya tersebut akan kehilangan sebagian besar arah getarnya. (OL-1)
Sumber: https://mediaindonesia.com/humaniora/439005/pengertian-cahaya-beserta-macam-macam-sifatnya
Poster Mitigasi Bencana Gempa Bumi
Layers of the Atmosphere Education Infographic in Blue Realistic Style oleh NOBELTA ADVENSIA PUTRI SUNARNO
-
Pengertian Sel Sel adalah unit struktural dan fungsional terkecil dari makhluk hidup. Semua organisme, mulai dari bakteri hingga manusia, t...
-
Sel Tumbuhan Sel tumbuhan adalah sel yang menyusun fungsi kerja dari seluruh fungsi kehidupan tumbuhan. Peran sel tumbuhan adalah memulai...







