Kamis, 18 Januari 2024

Struktur Bumi

Struktur Bumi






Sumber foto: gramedia.com dan medcom.com



Lapisan bumi mirip dengan struktur telur.
Cangkang telur sebagai kulit bumi, putih telur seperti mantel bumi. Sementara kuning telur sebagai inti bumi. Pembagian struktur dan lapisan yang menyusun bumi merupakan hasil penelitian para ilmuwan. Lapisan-lapisan bumi dapat diketahui dengan mempelajari sifat-sifat fisika bumi, yakni dengan metode geofisika.

Lapisan bumi
Berikut lapisan yang ada pada bumi:

▪︎Lapisan inti
Inti bumi merupakan salah satu lapisan dari bumi yang menjadi pusat segala yang ada di bumi. Letaknya ada ditengah-tengah.
Dalam lapisan inti bumi tersebut dibagi dua macam, yakni lapisan inti bagian dalam dan lapisan inti bagian luar.
Lapisan inti bagian dalam
Pada lapisan inti bumi bagian dalam merupakan pusat terdalam dari inti bumi dengan kedalaman mencapai 5.200 kilometer dari kerak bumi.
Diameter bagian dalam bumi seperti bola yang mencapai 2.700 kilometer dan memiliki suhu dengan 4.500 derajat celsius.
Pada struktur lapisan tersebut memiliki material yang serupa dengan dengan meteorit logam yang tersusun atas besi dan nikel.
Itu merupakan hasil penelitian para peneliti dan ahli geofisika. Sehingga para peneliti mengambil hipotesis jika inti bumi tersusun atas material yang bersifat keras.

▪︎Lapisan inti bagian luar
Inti bumi merupakan bagian terdalam dari strutur lapisan bumi ke bawah. Ketebalannya lapisan inti bumi bagian luar setebal 2.000 kilometer. Memiliki kepadatan yang sangat padat walaupun terdiri dri bahan besi dan nikel yang sangat panas dan cair. Lapisan luar inti bumi memiliki suhu mencapai 3.800 derajat. Lapisan tersebut cair dan berisi besi dan nikel.

▪︎Lapisan selimut bumi Lapisan selimut bumi disebut juga selubung bumi atau mantel bumi. Lapisan tersebut merupakan lapisan terbesar, sebagian besar massa bumi berada dalam lapisan selimut. Suhu pada selimut bumi diperkirakan mencapai 3.000 derajat celsius dan ketebalan keseluruhan sekitar 2.900 kilometer. Sejumlah ahli menyebutkan kandungan bumi adalah lava. Namun, sebenarnya tersusun oleh batuan yang panas.

▪︎ Litosfer
Litosfer tediri dari kulit bumi dan selimut bumi bagian atas sering disebut lempeng litosfer. Tebal litosfer 10 hingga 100 kilometer dan bersuhu dingin. Litosfer membentuk lempeng-lempeng yang kaku, bergerak di atas astenosfer yang lebih cair. Arus konveksi memindahkan panas melalui zat cair atau gas. Itu membuat lempeng-lempeng dapat bergerak. Sehingga dapat menimbulkan getaran yang terjadi dipermukaan bumi.


▪︎ Astenosfer
Astenosfer merupakan lapisan dibawah litosfer yang wujudnya sangat kental. Astenofer tersusun dari batuan yang meleleh akibat panas. Tebal lapisan sekitar 130 hingga 160 kilometer. Astenofer berasal dari bahasa Yunani "asthenes" yang artinya lemah, dan "sphere" yang berati lapisan. Lapisan astenosfer kaya akan silium, alumunium, dan magnesium yang dikenal dengan magma. Astenosfer mengalir akibat suhu yang tinggi dan tekanan.


▪︎ Lapisan kulit bumi 
Lapisan kulit bumi merupakan bagian terluar bumi. Punya ketebalan antara 5 hingga 70 kilometer dan merupakan lapisan tanaha dan bebatuan.Lapisan tersebut hanya sekitar satu persen dri massa bumi dan merupakan lapisan tipis dibandingkan lapisan lain. Kulit bumi dalam bentuk padat selalu bergerak dan mengapung diatas cairan magma. Menurut teori tektonik lempeng, terjadi arus konveksi di bawah lapisan tersebut memaksa magma untuk bergerak ke atas. Lapisan kulit bumi membentuk lempeng samudra dan lempeng benua.


▪︎Lempeng samudra
 Lempeng samudra punya ketebalan 5 hingga 15 kilometer. Itu tersusun oleh mineral yang kaya akan silika, dan magnesium yang disebut sima. Lempeng benua Lempeng benua tersusun oleh mineral yang kaya silika dan alumunium.
Ketebalan kulit benua antara 30 hingga 80 kilometer, tapi rata-rata 35 kilometer. Lapisan benua disebut juga sebagai lapisan granitis karena batuan penyusunnya terutama dari batuan yang berkomposisi granit.

Sumber: kompas.com





Rabu, 10 Januari 2024

Campuran

 Campuran




Sumber foto: kompas.com


campuran adalah suatu zat atau materi tunggal yang terdiri dari dua jenis zat atau lebih. Jad



i, dalam zat campuran ini masih terdapat sifat zat asli yang terlihat atau tampak. Meski begitu, campuran bisa dipisahkan sesuai dengan zat penyusunnya melalui sifat fisika. Dalam ilmu kimia, terdapat dua jenis zat campuran, yaitu campuran homogen dan heterogen.

1. Pengertian Campuran Homogen

Campuran homogen adalah zat campuran yang zat penyusunnya tersusun (tercampur) dengan sempurna. Pada jenis campuran ini, zat penyusunnya merupakan zat tunggal yang tidak dapat dilihat secara fisik dan dibedakan. Hal ini karena adanya peleburan antara zat penyusun yang mengakibatkan mata tidak bisa membedakan dengan pasti. Berikut adalah beberapa contoh campuran homogen dalam kehidupan sehari-hari.

•Udara yang dihirup manusia saat melakukan proses penarikan pernapasan mengandung beberapa gas, seperti oksigen, nitrogen, karbondioksida, dan uap air dalam keadaan dingin.

•Minuman sirup yang terdiri dari beberapa penyusun, seperti perasa buah, gula buatan, dan pewarna makanan.

•Besi baja yang terbuat dari zat penyusun besi dan karbon.

2. Pengertian Campuran Heterogen


Campuran heterogen adalah zat campuran yang zat penyusunnya tersusun (tercampur) secara tidak sempurna. Pada campuran heterogen, zat penyusunnya adalah zat tunggal yang dapat dilihat secara fisik dan dibedakan. Hal ini karena adanya endapan yang tersisa sehingga memudahkan untuk dibedakan zat penyusunnya. Campuran heterogen terbagi menjadi dua kelompok, yaitu suspensi dan koloid.

•Suspensi adalah zat campuran yang fisiknya keruh dan tidak stabil pencampurannya sehingga jika dibiarkan akan terjadi proses pengendapan. Contohnya adalah kopi dan air serta air dan pasir atau tanah.

•Koloid adalah campuran zat yang cenderung tidak dapat tercampur secara sempurna dan apabila didiamkan tidak akan terjadi proses pengendapan. Contohnya adalah asap, debu, dan udara.

Sumber: m.kumparan.com




Senyawa

 Senyawa





Sumber foto: MediaIndonesia.com


Senyawa merupakan zat tunggal yang dapat diuraikan menjadi dua zat atau lebih yang sederhana dengan cara kimia. 
Contoh senyawa sederhana dan unsur penyusunnya adalah air, garam dapur, dan gula tebu. Senyawa air memiliki rumus H2O. Unsur penyusun air adalah Hidrogen (H) dan Oksigen (O). Senyawa garam dapur atau Natrium Klorida (NaCl) terdiri dari unsur penyusun Natrium (Na) dan Klorin (Cl). Sedangkan senyawa gula tebu (sukrosa) terdiri dari Karbon (C), Hidrogen (H) dan Oksigen (O).

Proses membentuk senyawa Senyawa terbentuk melalui proses pencampuran zat secara kimia, pembakaran, atau penguraian (dekomposisi) secara termal atau elektrik. Sifat senyawa berbeda dengan unsur-unsur penyusunnya. Contoh, sifat air berbeda dengan sifat unsur penyusunnya yaitu gas hidrogen dan oksigen. Wujud air adalah cairan, sedangkan wujud hidrogen dan oksigen adalah gas. Air dapat digunakan untuk memadamkan api. Tetapi hidrogen adalah adalah zat yang mudah terbakar dan oksigen adalah zat yang diperlukan dalam pembakaran.

Sumber: kompas.com




Unsur

 Unsur




Sumber foto: guru-ipa-pati.com


Gabungan dua unsur atau lebih melalui reaksi kimia disebut dengan senyawa. Oleh karena itu, dapat diartikan senyawa adalah suatu zat tunggal yang dapat diuraikan menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana melalui reaksi kimia. Contoh senyawa yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah air. Air merupakan gabungan dari unsur hidrogen (H) dan oksigen (O) dengan rumus kimianya, yaitu H2O. Nah, melalui reaksi kimia, air dapat diuraikan kembali menjadi hidrogen dan oksigen. Meskipun pada tekanan atmosfer, hidrogen dan oksigen sama-sama berwujud gas, tapi, saat mereka bersatu dan saling mengikat, wujudnya dapat berubah menjadi cair.

Jenis-Jenis Unsur

Berdasarkan sistem periodiknya, unsur dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu unsur logam, semilogam, dan nonlogam.

a. Unsur Logam

Unsur logam memiliki beberapa sifat khusus, yaitu berwujud padat, berwarna putih mengkilap/keperakan/abu-abu/kuning, penghantar listrik yang baik, mempunyai titik didih atau titik leleh yang tinggi, serta dapat dibentuk menjadi lempengan atau lembaran.

Contoh unsur logam antara lain aluminium (Al), barium (Ba), besi (Fe), emas (Au), kalium (K), kalsium (Ca), perak (Ag), kromium (Cr), magnesium (Mg), mangan (Mn), natrium (Na), dan nikel (Ni).

b. Unsur Semilogam

Unsur semilogam disebut juga dengan istilah metaloid karena dapat bersifat layaknya unsur logam maupun nonlogam. Umumnya, unsur ini bersifat semikonduktor.

Jadi, saat suhu rendah, unsur ini tidak dapat menghantarkan listrik dengan baik (isolator), sedangkan saat suhu tinggi, unsur ini dapat menghantarkan listrik dengan baik (konduktor). Unsur semilogam berwujud padat, namun teksturnya lebih rapuh dibandingkan unsur logam serta berwarna abu-abu mengkilap atau keperakan.

Contoh unsur semilogam, di antaranya boron (B), silikon (Si), germanium (Ge), arsen (As), antimon (Sb), tellurium (Te), dan polonium (Po).

c. Unsur Nonlogam

Unsur nonlogam memiliki beberapa sifat khusus, yaitu berwujud padat, cair, dan gas pada suhu ruangan. Umumnya, berwarna tidak mengkilap, bukan penghantar listrik dan panas yang baik, mempunyai titik didih atau titik leleh yang rendah, serta tidak dapat dibentuk, direntangkan, atau ditarik.

Contoh unsur nonlogam berbentuk padat di antaranya belerang (S), fosforus (P), karbon (C), silikon (Si), dan iodin (I). Sementara itu, unsur nonlogam berbentuk gas antara lain fluorin (F), helium (He), hidrogen (H), klorin (Cl), nitrogen (N), oksigen (O), dan neon (Ne). Bromin (Br) merupakan unsur nonlogam berbentuk cair.


Sumber: ruangguru.com





aplikasi/pemanfaatan cahaya dalam kehidupan sehari-hari

Aplikasi/Pemanfaatan Cahaya dalam Kehidupan Sehari-hari





Sumber foto: Letis Education.com

Manfaat cahaya antara lain:

• Sinar X yang dibutuhkan dalam dunia medis

• Menghidupkan panel surya

• Laser untuk membantu memotong benda

• Sinar flash yang berguna untuk memperjelas tampilan gambar

• Fotosintesis pada tumbuhan

• Keperluan estetika pada suatu tempat

• Memberi Penerangan

• Menguatkan tulang

Sumber: bpkpenabur.or.id dan liputan6.com





aplikasi/pemanfaatan gelombang dalam kehidupan sehari-hari

Aplikasi/Pemanfaatan Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari





Sumber foto: slideshare.com


1. Ultrasonografi (USG). Ultrasonografi merupakan teknik pencitraan untuk diagnosis dengan menggunakan gelombang ultrasonik. Frekuensi yang digunakan berkisar antara 1-8 MHz. USG dapat digunakan untuk melihat struktur internal dalam tubuh, seperti tendon, otot, sendi, pembuluh darah, bayi yang berada dalam kandungan, dan berbagai jenis penyakit, seperti kanker. 

2. Sonar. 

Sonar (Sound Navigation and Ranging) dapat digunakan untuk menentukan kedalaman dasar lautan yang diperoleh dengan cara memancarkan bunyi ke dalam air. Gelombang bunyi akan merambat menurut garis lurus hingga mengenai sebuah penghalang, misalnya dasar laut. Ketika gelombang bunyi mengenai penghalang, sebagian gelombang itu akan dipantulkan kembali ke kapal sebagai gema. Waktu yang dibutuhkan gelombang bunyi untuk bergerak turun ke dasar dan kembali ke atas diukur dengan cermat.

3. Terapi ultrasonik. Terapi ultrasonik merupakan terapi yang menggunakan gelombang ultrasonik untuk keperluan medis. Metode yang digunakan yaitu dengan memancarkan gelombang dengan frekuensi tinggi (800-2.000 kHz) pada jaringan tubuh. Beberapa bentuk terapi ultrasonik misalnya terapi fisik yang biasa digunakan untuk menangani keseleo pada ligamen, keseleo pada otot, tendonitis, inflamasi sendi, dan osteoartritis. Selain itu, tingginya energi gelombang ultrasonik dapat digunakan untuk memecah endapan batu pada penderita batu ginjal atau yang dikenal dengan lithotripsi. 

4. Pembersih ultrasonik. Pernahkah kamu mendengar pembersih ultrasonik? Pembersih ultrasonik merupakan alat yang menggunakan gelombang ultrasonik dengan frekuensi antara 20-400 KHz dan cairan pembersih tertentu (dapat juga menggunakan air biasa), untuk membersihkan suatu benda.

5. Sonifikasi. Sonifikasi adalah proses pemberian energi gelombang ultrasonik pada suatu bahan (larutan atau campuran), sehingga bahan tersebut dapat dipecah menjadi bagian yang sangat kecil. Di dalam laboratorium, sonifikasi dilakukan dengan bantuan alat yang disebut sonikator.

Sumber: wikipedia.com





Rabu, 03 Januari 2024

Cahaya

 Cahaya



Sumber foto: wirahadie.com


Ragam Sifat Cahaya

 1. Cahaya Dapat Merambat Lurus Sifat cahaya yang merambat lurus akan terjadi jika melewati satu medium perantara. Contoh sederhananya yaitu ketika menyalakan senter ke depan, maka cahaya akan merambat lurus sesuai dengan arah yang diinginkan.

2. Cahaya Dapat Dipantulkan  Cahaya yang terpantul adalah sebuah proses terpancarnya kembali cahaya dari permukaan benda yang terkena cahaya. Sifat pemantulan ini dibagi menjadi dua, yaitu pemantulan teratur dan pemantulan baur. Pada pemantulan teratur berkas cahaya pantulnya sejajar. Contohnya ketika kita bermain di siang hari dengan membawa sebuah cermin. Jika mengarahkan cermin ke arah datangnya sinar matahari, kemudian kita coba arahkan ke segala arah, akan terjadi sebuah pantulan cahaya yang terpantul dari sinar matahari tersebut.

3. Cahaya Dapat Menembus Benda Bening Benda yang bening adalah benda yang dapat ditembus oleh cahaya. Dengan kaca bening tersebut, cahaya sinar matahari tetap dapat masuk ke ruangan, meski ada penghalang karena jendela terbuat dari kaca bening.

4. Cahaya Dapat Mengalami Interferensi Interferensi adalah penggabungan dari dua gelombang ataupun lebih.

 5. Cahaya Dapat Dibiaskan Pembiasan adalah proses pembelokan arah rambat cahaya ketika melewati dua medium yang berbeda kerapatannya. Pembiasan cahaya ini oleh manusia dimanfaatkan dalam berbagai alat optik. Contohnya ketika kita berenang dan meletakkan sebilah tongkat ke dalam air yang terkena cahaya matahari. Jika dilihat dari atas, tongkat tersebut akan terlihat lebih besar dari ukuran aslinya. 

6. Cahaya Dapat Mengalami Penguraian Penguraian cahaya atau dispersi cahaya terjadi secara alami. Contohnya adalah ketika terjadi pelangi. Warna-warna dalam pelangi tersebut asalnya dari satu warna saja, yaitu warna putih dari matahari. Akan tetapi, warna putih tersebut dibiaskan oleh titik air hujan, mengakibatkan cahaya putih diuraikan menjadi beberapa macam warna sehingga terbentuklah warna-warna indah.

 7. Cahaya Dapat Mengalami Difraksi Pada bidang yang sempit, cahaya mengalami pelenturan gelombang yaitu kejadian atau peristiwa pembelokan arah rambat cahaya gelombang karena melewati celah sempit.

8. Cahaya Dapat Mengalami Polarisasi Polarisasi adalah peristiwa terserapnya  sebagian arah getar cahaya sehingga cahaya tersebut akan kehilangan  sebagian besar arah getarnya. (OL-1)


Sumber: https://mediaindonesia.com/humaniora/439005/pengertian-cahaya-beserta-macam-macam-sifatnya





Poster Mitigasi Bencana Gempa Bumi

Layers of the Atmosphere Education Infographic in Blue Realistic Style oleh NOBELTA ADVENSIA PUTRI SUNARNO